KRT TEDJOWULAN PB XIII

warisan pusaka indonesia
RAMALAN JAYOBOYO
Mengangkat Kembali Kejayaan
Bangsa Melalui Filosofi Jawa

Rabu, 12 September 2007
Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Sahandap Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Sri Susuhunan Pakoe Boewono (PB) XIII Tedjowoelan mengatakan, pemimpin bangsa harus mampu menjadi motivator atau pemberi semangat bagi seluruh rakyat untuk mencapai tujuan, yakni peningkatan kesejahteraan lahir dan bathin.
Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan suatu jalan yang dilalui dengan keseimbangan yang hakiki. Dalam hal ini, keseimbangan antara aspek dunia dan akhirat serta jiwa dan raga yang dijalankan pemimpin bersama rakyatnya akan mampu membawa kembali kejayaan Bangsa Indonesia di percaturan dunia.
Hal ini diungkapkan Pakoe Boewono (PB) XIII Tedjowoelan terkait dengan makna metafisika ramalan Pralambang Joyoboyo hingga menuju zaman keemasan periode 2009-2049.
Sesuai ramalan pralambang Joyoboyo Pangeran Wijil, pada akhirnya, Tanah Air bakal merasakan adanya kemakmuran, terutama dapat dirasakan oleh sekalian rakyat jelata serta tidak akan ada yang merasa kekurangan baik pangan, sandang, dan papan.
Ramalan Joyoboyo tentang masa sebelum kemerdekaan sangat tepat, khususnya tentang penjajahan Belanda dan Jepang. Namun yang penting, bagaimana kita harus sudah mulai memperhatikan ramalan setelah kemerdekaan (1945-2045).
Dikatakan bahwa Jawa akan hancur terbelah menjadi 9 pulau. Ini bisa dimaknai dengan dua aspek, yakni geofisika dan politik. Terkait masalah geofisika, masalah perubahan iklim secara global sangat memungkinkan Jawa dan pulau-pulau lainnya terbelah menjadi beberapa bagian. Kemungkinan ini juga semakin diperkuat dengan kondisi rentetan gunung berapi yang terus aktif dan kapanpun bisa bergejolak.
Namun demikian, para pujangga Jawa sejak zaman kerajaan Singosari sering menghubungkan kejadian geofisika dengan perubahan politik dan kekuasaan tata negara kerajaan. Maka demikian, ramalan di atas bisa ditafsirkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) kemungkinan bisa terpecah.
Ini merupakan peringatan bahwa gerakan-gerakan separatis/ekstrimis dibantu campur tangan asing akan sangat kuat pengaruhnya untuk memecah belah Indonesia menjadi 9 negara.
Dalam ramalannya, secara tersirat, Joyoboyo menyampaikan agar strategi dan paradigma perkembangan ekonomi di daerah harus direformasi. Kebijakan pemerintah harus berupa pendekatan dari bawah ke atas dan berorientasi kesejahteraan (bottom up approach).
Selain itu, Joyoboyo sejak jauh-jauh hari juga menekankan aspek penegakan hukum, di mana yang salah akan dihukum dan yang tidak akan terbalas. Dalam hal ini, seluruh rakyat Indonesia harus tunduk pada hukum alam semesta dan agama serta dasar negara untuk mencapai kesejahteraan yang ideal tersebut.
Ramalan Joyoboyo untuk periode setelah kemerdekaan memperingatkan bahwa penegakan hukum merupakan tugas utama NKRI, khususnya periode 1998-2008 serta transformasi ke zaman keemasan periode 2009-2049. Ini dilakukan untuk menuju Indonesia adil dan makmur.
Terkait hal itu, Indonesia harus memiliki konsep manajemen krisis berkepanjangan yang terpadu dan holistik seiring konsistensi mempertahankan NKRI. Selain itu, arah pembangunan juga harus dijalankan dengan dinamika melalui pembangunan struktur industri swasembada yang menjamin kemandirian rakyat. Tak kalah pentingnya, peningkatan sumber daya manusia dengan pendidikan bermutu juga menjadi prasyarat agar Indonesia bisa kembali ke zaman keemasan.
Menyikapi ramalan-ramalan Joyoboyo tersebut, Tedjowoelan mengatakan, aspek intelektual dari para pemimpin harus juga ditopang oleh aspek spiritual, sehingga tidak akan ada lagi kesenjangan dan perbedaan persepsi serta keinginan dengan rakyatnya. Untuk itu, penataan dalam arti perbaikan secara terus-menerus harus dilakukan.
“Kalau tidak mau menata dan ditata, maka kita akan diratakan oleh zaman. Untuk itu, pemimpin akan bisa membawa bangsanya maju jika dia jujur dan ikhlas yang mengarungi aspek intelektual dan spiritualnya,” kata Tedjowoelan. (Andrian Novery)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: